Internasional

Sekjen PBB Prihatin Penggunaan Kekuatan AS ke Iran

×

Sekjen PBB Prihatin Penggunaan Kekuatan AS ke Iran

Share this article
Sekjen PBB, Antonio Guterres. (FOTO: Iraqi PM Media Office via UN News)
Sekjen PBB, Antonio Guterres. (FOTO: Iraqi PM Media Office via UN News)

NEW YORK, beritapalu | Sekjen PBB, Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya atas penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Keprohatinan itu disampaikan dari New York, Minggu (22/6/2025).

“Saya sangat prihatin atas penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat terhadap Iran hari ini. Ini merupakan eskalasi berbahaya di wilayah yang sudah berada di ambang krisis dan menjadi ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” ujarnya.

Ia menyatakan, risiko bahwa konflik ini akan segera lepas kendali semakin meningkat dengan konsekuensi yang bisa menjadi bencana bagi warga sipil, kawasan, dan dunia.

“Saya menyerukan kepada negara-negara anggota untuk meredakan ketegangan dan mematuhi kewajiban mereka berdasarkan Piagam PBB dan aturan hukum internasional lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, di saat yang genting ini, sangat penting untuk menghindari spiral kekacauan.

“Tidak ada solusi militer. Satu-satunya jalan ke depan adalah diplomasi. Satu-satunya harapan adalah perdamaian,” sebutnya. (afd/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Demo Day sebagai puncak dari program Blue Innovative Startup Acceleration (BISA) di Soehanna Hall, Jakarta, pada Selasa (1/7). (Foto: UNDP INdonesia)
Bisnis

JAKARTA, beritapalu | Dalam semangat memperkuat ekonomi biru berkelanjutan, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bekerja sama dengan AIS Forum–UNDP Indonesia menggelar acara Demo Day Program Blue Innovative Startup Acceleration (BISA) di Soehanna Hall, Jakarta, Selasa (1/7/2025). Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam mendorong inklusivitas, inovasi teknologi, dan penguatan komunitas di wilayah pesisir Indonesia.

Syrian refugees Batool, 9, and her brother Abdulaziz, 7, in the Zaatari refugee camp, Jordan. Pengungsi Syria, Batool (9) dan adiknya Abdulaziz (7) di Kamp pengungsi Zaatari, Yordania. ©️ UNHCR/Shawkat Alharfoush
Internasional

JAKARTA, beritapalu | Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengungkapkan bahwa jumlah orang yang terpaksa mengungsi akibat perang, kekerasan, dan penganiayaan di seluruh dunia telah mencapai angka tertinggi dalam satu dekade, yakni 122,1 juta orang per April 2025, meningkat dari 120 juta pada periode yang sama tahun lalu.