Hukum-KriminalPaluSekitarSulteng

2.216 Warga Binaan di Sulteng Diusulkan Terima Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H

×

2.216 Warga Binaan di Sulteng Diusulkan Terima Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H

Share this article
Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan (kiri). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan (kiri). (©Humas Ditjenpas Sulteng)

PALU, pojokSULTENG.ID | Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulteng mengusulkan 2.216 warga binaan pemasyarakatan dan anak binaan untuk mendapatkan Remisi Khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Dari jumlah tersebut, 2.209 orang diusulkan menerima Remisi Khusus I atau pengurangan masa pidana, sementara 7 orang diusulkan menerima Remisi Khusus II yang berarti langsung bebas pada Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan menegaskan bahwa remisi merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku, aktif mengikuti program pembinaan, serta memenuhi syarat administratif dan substantif yang telah ditetapkan,” tegasnya, Senin (16/3/2026).

Usulan remisi tersebut berasal dari 12 unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Sulawesi Tengah. Lapas Kelas IIA Palu menjadi penyumbang terbesar dengan 511 usulan, disusul Rutan Kelas IIB Donggala 247 orang, Lapas Kelas IIB Parigi 234 orang, Rutan Kelas IIA Palu 201 orang, Lapas Kelas IIB Luwuk 185 orang, Lapas Kelas III Kolonodale 171 orang, Lapas Kelas IIB Tolitoli 169 orang, Lapas Perempuan Kelas III Palu 136 orang, Rutan Kelas IIB Poso 139 orang, Lapas Kelas IIB Ampana 129 orang, Lapas Kelas III Leok 88 orang, serta LPKA Kelas II Palu sebanyak 6 anak binaan.

Bagus menjelaskan seluruh proses pengusulan dilakukan secara objektif dan akuntabel melalui sistem yang terintegrasi, mulai dari verifikasi di unit pelaksana teknis hingga pengusulan ke pusat.

“Remisi ini diharapkan menjadi dorongan bagi warga binaan untuk terus menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik, aktif mengikuti pembinaan, serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *