PALU, pojokSULTENG.ID | Nama-nama itu akhirnya diumumkan. Dari 115 calon siswa (casis) yang berjuang melewati serangkaian tahapan seleksi ketat, hanya 72 orang yang dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke jenjang pendidikan militer. Sebanyak 43 lainnya harus menerima kenyataan dan pulang dengan harapan untuk bangkit di kesempatan berikutnya.
Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Kodam XXIII/Palaka Wira secara resmi mengumumkan hasil seleksi Calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 711/Raksatama, Palu.
Suasana berlangsung tertib dan penuh khidmat, menjadi momen yang dinantikan sekaligus mengharukan bagi para casis dan keluarga yang hadir.
Asisten Personel Kasdam (Aspers Kasdam) XXIII/Palaka Wira, Kolonel Arm Doddy Suhadiman, selaku Sekretaris I Sub Panpus, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi telah dijalankan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Tidak ada ruang bagi intervensi maupun praktik tidak terpuji dalam proses ini.
“Kodam XXIII/Palaka Wira berkomitmen untuk menjaring prajurit-prajurit terbaik yang siap dididik dan dibina menjadi Bintara TNI AD yang profesional, tangguh, serta memiliki integritas,” ujarnya.
Kepada 72 casis yang dinyatakan lulus, Kolonel Doddy berpesan agar segera mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, menjaga kondisi kesehatan, serta mempertahankan disiplin dan semangat juang dalam menghadapi pendidikan militer yang menanti. Jalan yang terbuka di depan mereka bukan lebih ringan, melainkan justru semakin menuntut ketangguhan.
Sementara bagi 43 casis yang belum berhasil, ia menyampaikan pesan yang tak kalah penting: jangan berkecil hati. Kegagalan hari ini bukan akhir dari segalanya, melainkan bahan bakar untuk terus menempa diri dan mencoba kembali di kesempatan yang akan datang.
Pengumuman ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi prajurit TNI AD di wilayah Kodam XXIII/Palaka Wira, sekaligus bukti nyata komitmen institusi dalam menjaga standar kualitas dan integritas penerimaan prajurit baru.












